Perkembagan teknologi yang sangat canggih sangat kita rasakan pada saat ini, Salah
satu bidang yang mendapat dampak yang cukup berarti dengan
perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan, dimana pada
dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi
dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi
pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber
informasi, media sebagai sarana penyedian ide, gagasan dan materi
pendidikan serta peserta didik itu sendiri .
Suatu Media pembelajaran adalah salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar dapat membantu guru memperkaya wawasan siswa. Berbagai bentuk dan jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru akan menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi siswa.
Suatu Media pembelajaran adalah salah satu unsur yang memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar dapat membantu guru memperkaya wawasan siswa. Berbagai bentuk dan jenis media pembelajaran yang digunakan oleh guru akan menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi siswa.
Pada saat ini, Pemakaian
media pembelajaran dalam proses belajar-mengajar dapat membangkitkan
keinginan dan minat yang baru, dan rangsangan kegiatan belajar dan
bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan
media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat
membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi
pelajaran. Semakin
sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah
mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat
dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari
perpustakaan yang menekankan pada penyediaan meda cetak, menjadi
penyediaan-permintaan dan pemberian layanan secara multi-sensori dari
beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan
pelayanan yang diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas.Selain
itu,dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan
teknologi, serta diketemukannya dinamika proses belajar, maka
pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan
memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas.
Berikut
ini adalah salah satu bentuk media pembelajaran hasil pengembangan
yang kami buat, dimana kami menggunakan bantuan youtube yang dapat
dilihat pada laman:
https://www.youtube.com/watch?v=J0jK9tgKCyg&feature=youtu.be
bagaimana cara mengatasi kekurangan dari berbagai macam kekurangan elerning
BalasHapusdengan selalu memperbaiki sisitem elearning tersebut dengan evaluasi dan memperbaiki dari kelemahan-kelemahan sehingga maslah tersebut dapat teratasi meskipun tidak secara langsung
HapusApa saja komponen elearning yang harus terpenuhi ??
BalasHapusE-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).
HapusKomponen yang membentuk e-Learning adalah:
1. Infrastruktur e-Learning: Infrastruktur e-Learning dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
2. Sistem dan Aplikasi e-Learning: Sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional. Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian (rapor), sistem ujian online dan segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak tersebut sering disebut dengan Learning Management System (LMS). LMS banyak yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun di sekolah dan universitas kita.
3. Konten e-Learning: Konten dan bahan ajar yang ada pada e-Learning system (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten berbentuk multimedia interaktif) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti pada buku pelajaran biasa). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun. Depdiknas cukup aktif bergerak dengan membuat banyak kompetisi pembuatan multimedia pembelajaran. Pustekkom juga mengembangkan edukasi.net yang mem-free-kan multimedia pembelajaran untuk SMP, SMA dan SMK. Juga mari kita beri applaus ke pak Gatot (Biro PKLN) yang mulai memberikan insentif dan beasiswa untuk mahasiswa yang mengambil konsentrasi ke Game Technology yang arahnya untuk pendidikan. Ini langkah menarik untuk mempersiapkan perkembangan e-Learning dari sisi konten
Apa saja kekurangan dari eleraning dalam pandang siswanya?
BalasHapusAdapun kelemahan e-learning dipandang dari segi peserta didik antara lain:
Hapus1. Merasa kesepian, peserta didik dapat merasa kesepian karena tidak adanya interaksi fisik dengan pendidik dan teman-temannya, terutama untuk model fully online e-learning format.
2. Keterampilan menggunakan peralatan ICT, peserta pendidik yang tidak terampil menggunakan peralatan ICT, akan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran sehingga dapat mempengaruhi hasil akhir pembelajaran.
3. Peserta didik yang tidak disiplin dan kurang memilikii motivasi untuk belajar akan sulit mengikuti tahap-tahap proses pembelajaran.
4. Ada beberapa konsep-konsep pembelajaran yang sulit untuk dimodelkan atau dipelajari tanpa bimbingan pendidik.
5. Adanya permasalahan saat menentukan format evaluasi yang tepat berhasil atau tidaknya peserta pendidik di dalam mengikuti pembelajaran secara e-learning.
e-learning memiliki kekurangan seperti
Hapushal-hal sebagai berikut.
1) Kurangnya interaksi antara pengajar
dengan peserta didik atau antar sesama
peserta didik menurunkan fungsi manusia
sebagai mahkluk sosial.
2) Beberapa materi kuliah memerlukan
praktek yang harus dibawah bimbingan
pengajar secara langsung.
3) Masalah skill and knowledge, Tidak semua
orang mengerti komputer dan Internet.
4) Kurangnya interaksi antara guru dan
peserta belajar atau bahkan antar
peserta belajar itu sendiri yang dapat
memperlambat terbentuknya values dalam
proses belajar dan mengajar.
5) Kecenderungan mengabaikan aspek
akademik atau aspek sosial dan sebaliknya
mendorong tumbuhnya aspek bisnis
6) Peserta belajar yang tidak mempunyai
motivasi belajar tinggi cenderung gagal
Seperti yang kita ketahui adanya e-learning akan memberikan kemudahan untuk guru dan siswa melakukan pembelajaran kapan saja dan dimana saja tanpa harus bertatap muka langsung. namun guru akan susah untuk mengontrol siswa, seperti apakah benar siswa tersebut mengerjakan tugas nya sendiri atau tidak. bagaimana seorang guru mengatasi hal tersebut?
BalasHapuskita dapat mensiasatinya dengan melakukan diskusi dengan baik dengan orang tua perserta didik tersebut karna seperti yang kita ketahui seseorang yang dapat mengawasi peserta didik dirumah yaitu orangtuanya sendiri. jadi, kita dapat mengetahui maslah-masalah belajar tersebut dengan bekerja sama dengan orangtua sebagai pemantau peserta didik dirumah
Hapusapakah e-learning dapat diterapkan pada semua materi pelajaran?
BalasHapusya, namun disini tergantung sipengguna elearning tersebut mendesain elearning agar menarik pada setiap materi sehingga e-learning dapat diterapkan kesemua materi dengan perlakuan e-learning yang berbeda
Hapusmenambahkan blog anda :
BalasHapusPembelajaran dengan e-learning memungkinkan peserta didik belajar secara individual, kolaboratif, aktif, konstruktif, kontekstual, reflektif, multisensory, serta mengasah berpikir
tingkat tinggi, baik melalui aplikasi internet maupun intranet. Sedangkan prinsip-prinsip e-learning, Prakoso (2005:6-8) membaginya menjadi enam prinsip, yaitu:
1. Pusat kegiatan peserta didik;
2. Interaksi dalam group;
3. Sistem administrasi siswa;
4. Evaluasi;
5. Perpustakan digital; dan
6. Materi online.
apa upaya guru supaya e-learning yang ia gunakan dapat menarik minat siswa untuk belajar?
BalasHapusyaitu dengan menambahkan fitur-fitur unik didalam media e-learning tersebut, bukan hanya itu keterlibatan peserta didik yang dapat memicu semangatnya juga dapat digunakan sehingga elearning dapat menarik minat siswa
Hapusmenurut anda apakah pembelajran e-learning sudah efektif digunakan saat ini?
BalasHapussudah cukup efektif, apalagi ditambah denga fitur fitur yang lebih menarik untuk mneghiasi e-learning
HapusSedikit menambahkan:
BalasHapusRosenberg menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Secara lebih rinci Rosenberg mengkatagorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning, yaitu: e-learning bersifat jaringan, e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar teknologi internet, e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas (Oos M. Anwas: 2003).
Oleh karena dalam web tersedia sumber informasi dan sumber daya pembelajaran yang melimpah, maka kegiatan belajar tidak difokuskan pada satu atau beberapa sumber informasi tertentu saja, tetapi bereksplorasi ke berbagai situs-situs yang berkaitan. Dalam pengajaran konvensional seorang dosen mewajibkan mahasiswa untuk mempelajari (menghafal) buku atau diktat tertentu untuk kemudian dievaluasi penguasaannya pada akhir semester. Dalam model pengajaran berbasis web seorang dosen lebih tepat memberi pengarahan kepada mahasiswa agar mencapai suatu tujuan akhir yang diharapkan dan membiarkan mahasiswa mengorganisir proses pembelajarannya sendiri. Dalam hal ini mirip seperti metode proyek, akan tetapi aplikasinya tidak pada kerja proyek, melainkan pada pengembangan pengetahuandalam bidang ilmu tertentu.
Sedikit menambahkan.
BalasHapusSecara garis besar, teknis pelaksanaan e-learning dapat dilakukan dengan dua cara, yakni:
(1) Hanya menggunakan media Web biasa, dan (2) Menggunakan software khusus e-learning berbasis Web yang sering disebut dengan istilah learning management system (LMS). Pada cara pertama, materi-materi pembelajaran disajikan pada sebuah situs Web. Siapapun dapat mengakses materi secara bebas atau dibatasi dengan password (seperti model langganan majalah/jurnal). Komunikasi bisanya dilakukan menggunakan e-mail atau forum diskusi khusus. Dalam hal ini biasanya tidak terdapat fasilitas portofolio, sehingga dosen tidak memiliki informasi siapa yang telah mengakses materi tertentu dan kapan akses dilakukan. Yang diperlukan untuk menggunakan pendekatan ini hanyalah sebuah server Web. Pada cara kedua, selain diperlukan server Web juga diperlukan sebuah software (LMS) yang berfungsi untuk mengelola e-learning. Software (sistem) LMS biasanya mempunyai fasilitas-fasilitas yang berfungsi untuk (1) administrasi mahasiswa, (2) penyajian materi, (3) komunikasi, (4) pencatatan (portofolio), (5) evaluasi, bahkan (6) pengembangan materi. Berbeda dengan akses ke Web biasa, akses ke LMS biasanya memerlukan nama user dan password, dan biasanya hanya dosen dan mahasiswa yang terdaftar yang dapat melakukannya. Sistem LMS akan mencatat semua aktivitas yang dilakukan mahasiswa selama mereka masuk ke dalam system e-learning menyajikan diagram arsitektur sistem e-learning berbasis LMS.
Saya hanya ingin sedikit memberikan saran, bahwa blog anda kurang menarik untuk dibaca karena tulisannya tidak terlihat jelas. Mungkin kesalahan pewarnaan tulisan atau background nya yang tidak cocok.
BalasHapusDengan penggunaan e-learning dalam pembelajaran kita sebangai seorang guru akan kesulitan dalam menilai aspek psikomotor dan Afektif Bagaimana cara Anda meminimalisirnya
BalasHapuskita dapat lakukan itu dengan bekerja sama bersama orang tua dirumah yang memantau keadaan siswa tersebut dirumah, disana kita kan dapat mengetahui aspek-aspek yang kita inginkan.
HapusBagaimana cara anda meminimalisir Proses pembelajaran yang lambat karena situs e-learning yang sulit diakses siswa?
BalasHapusdengan memeperbaiki jaringan yang ada disekitanya
HapusPrinsip pembelajaran berbasis web, yaitu :
BalasHapus1. Web Course
proses aktivitas pembelajaran yang terjadi tanpa tatap muka secara langsung antara pengajar dan peserta didik.web course ini ada 2 macam :
a. synchronize : Pengajar dan peserta didik melakukan pembelajaran dalam waktu yang bersamaan di tempat yang berbeda.
b.Asynchronize : Pengajar dan peserta didik melakukan pembelajaran dalam waktu yang tentukan dan ditempat yang berbeda. Misalnya pengajar bertanya dengan peserta didik, lalu si peserta didik tidak harus menjawab pada saat itu juga akan tetapi bisa di lain waktu.
2. Web Centric Course
Aktivitas pembelajaran yang 50% nya mencakup synchronize dan asynchronize dan 50% nya lagi melakukan aktivitas pembelajaran dengan berinteraksi secara langsung.
3. Web Enhanced Course
Kegiatan tatap muka biasa secara langsung dan dihadiri juga sumber lain misalnya dengan menampilkan video ataupun dengan mengakses sumber lain dari internet pada saat proses pembelajaran.
Tambahan , dari Hasil penelitian Setiawan (2014) tentang implementasi menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) menunjukkan bahwa faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi penerimaan user (peserta didik atau guru) sebagai berikut.
BalasHapus1. Pengguna (peserta didik atau guru) yang sudah memahami kemudahan menggunakan sistem e-learning tersebut dan manfaat menggunakannya, maka akan mempunyai niat dan minat untuk menggunakan sistem e-learning. Dari minat penggunaan tersebut maka para pengguna akan senantiasa secara nyata menggunakan sistem e-learning sebagai sumber pembelajaran.
2. Keberadaan pemahaman akan manfaat penggunaan sangat dipengaruhi oleh faktor di luar pengguna yakni organisasi bahan ajar elektronik yang dimiliki oleh sistem e-learning tersebut. Lain halnya untuk pemahaman akan adanya kemudahan menggunakan sistem e-learning yang sangat dipengaruhi oleh faktor luar bagi sistem e-learning tersebut yakni kondisi dari perbedaan individu pengguna.
3. Bentuk model penerimaan sebuah teknologi informasi baru, yakni sistem e-learning yang diterapkan pada sampel pengguna yaitu ErO (relevansi e-resource dengan kebutuhan pembelajaran dan aksesibilitas e-resource dalam penggunaan) dan ID (visibilitas penggunaan, perkembangan diri teknologi komputer, pengalaman atas penggunaan komputer, dan pengetahuan akan bahan ajar) sebagai faktor laten luar atau faktor eksternal. PEoU (kemudahan untuk dipelajari/dipahami, kemudahan untuk digunakan, dan frekuensi penggunaan dalam pembelajaran), PU (kemudahan untuk meningkatkan keterampilan pembelajaran, mempertinggi efektifitas pembelajaran, menjawab kebutuhan pembelajaran, meningkatkan hasil pencapaian pembelajaran, meningkatkan efisiensi pembelajaran, dan memungkinkan adanya pengembangan cara pembelajaran), ITU (penambahan software/plugin pendukung, motivasi untuk tetap menggunakan dalam pembelajaran, dan memotivasi pengguna lain) dan ASU (lama penggunaan dalam pembelajaran dan kepuasan penggunaan dalam pembelajaran) sebagai faktor dalam atau faktor internal.
Sedikit meanmambahkan
BalasHapusManfaat E-Learning
E-learning mempermudah interaksi antara siswa dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara siswa dengan guru maupun antara sesama siswa. Siswa dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri siswa. Guru dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus
dikerjakan oleh siswa di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para siswa. Menurut Siahaan (2002) sebagaimana dikutip oleh Ahlis (2007: 24-26) manfaat e-learning dapat dilihat dari dua sudut, yaitu:
1 Sudut Siswa
Dengan kegiatan e-learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitasbelajar yang tinggi, artinya siswa dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang kali. Siswa juga dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat, dengan kondisi yang demikian ini siswa dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
2 Sudut Guru
Beberapa manfaat yang diperoleh guru, instruktur antara lain adalah bahwa guru, instruktur dapat :
(1) Lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung-jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi.
(2) Mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif lebih banyak.
(3) Mengontrol kegiatan belajar siswa. Bahkan guru atau instruktur juga dapat mengetahui kapan siswanya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang.
(4) Mengecek apakah siswa telah mengerjakan soal-soal.
(5) Latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan memeriksa jawaban siswa dan memberitahukan hasilnya kepada siswa. Seiring perkembangan teknologi internet, metode e-learning mulai dikembangkan. MOODLE adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang dapat mengubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Aplikasi ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam “ruang kelas” digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan MOODLE, kita dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. MOODLE itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment (Prakoso, 2005: 13).