TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA
Teori Pemrosesan Informasi ini dikembangkan oleh Gagne
seorang psikolog pendidikan berkebangsaan Amerika yang terkenal dengan
penemuannya berupa condition of learning. Gagne pelopor dalam instruksi
pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan
konsep RobertM Gagne, Jerome Seymour Bruner, Albert Bandura dan Lev Vygotsky
merupakan tokoh-tokohpenting yang telah mencetuskan berbagai teori pembelajaran
dan memberi sumbangan yangbesar dalam dunia pendidikan.
Teori informasi psikologi muncul
dari temuan dan modifikasi dari teori matematika, yangdisusun oleh para peneliti untuk menilai
dan meninngkatkan penggiriman pesan. Pembelajaran
dikelas merupakan teori proses informasi yang berkaitan secaara langsung dengan
proses kognitif.Teori informasi
memberikan persfektif baru pada pengolahan pembelajaran yang akan menghasilkan belajar yang efektif. Dalam
teori pengolahan informasi terdapat persepsi,pengkodean,
dan penyimpanan di dalam memori jangka panjang. Teori ini mengajarkan
kepada siswa siasat untuk memecahkan
masalah. Teori ini memandang bahwa belajar adalah proses memperoleh informasi,
mengolah informasi, menyimpan informasi, serta mengingat kembali informasi yang
dikontrol oleh otak. Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran
merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan
hasil kumulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan
informasi, untuk kemudian diolah
sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan
informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-
kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu
yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi
dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan
yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.Menurut Gagne tahapan
proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu,
1. memori episodik, yaitu bagian
memori jangka panjang yang menyimpan gambaran dari pengalaman-pangalaman
pribadi kita
2. memori semantik, yaitu suatu
bagian dari memori jangka panjang yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum
3. memori prosedural adalah memori
yang menyimpan informasi tentang bagaimana melakukan sesuatu.
Komponen pemrosesan
informasi dipilah berdasarkan perbedaan fungsi, kapasitas, bentuk informasi,
serta proses terjadinya “lupa”. Ketiga komponen tersebut adalah
1. Sensory Receptor (SR)
Sensory Receptor (SR) merupakan sel
tempat pertama kali informasi diterima dari luar. Di dalam SR informasi
ditangkap dalam bentuk aslinya, bertahan dalam waktusangat singkat, dan
informasi tadi mudah terganggu atau berganti.
2.Working Memory (WM)
Working Memory (WM) diasumsikan
mampu menangkap informasi yang diberi perhatian oleh individu. Karakteristik WM
adalah memiliki kapasitas terbatas(informasi hanya mampu bertahan kurang lebih
15 detik tanpa pengulangan) dan informasi dapat disandi dalam bentuk yang
berbeda dari stimulus aslinya. Artinya agar informasi dapat bertahan dalam WM, upayakan
jumlah informasi tidak melebihi kapasitas disamping melakukan pengulangan.
3.Long Term Memory (LTM)
Long Term Memory (LTM) diasumsikan;
1) berisi semuapengetahuan yan telah dimiliki individu, 2) mempunyai kapasitas
tidak terbatas, 3) sekali informasi disimpan di dalam LTM ia tidak akan pernah
terhapus atau hilang. Persoalan lupa pada tahapan ini disebabkan oleh kesulitan
atau kegagalan memunculkan kembali informasi yangdiperlukan.
(modul mercubuana. 2012 )
Dengan menggunakan
multi media, membuat pembelajaran lebih
menarik. Dengan teknik penyajian
materi yang baik
maka proses pembelajaran
akan berjalan efektif.
Proses pembelajaran yang
efektif terletak
pada optimalisasi beban
kognitif
dalam kapasitas memori kerja siswa yang terbatas. Dalam mendesain pembelajaran perlu mempertimbangkan faktor kognitif.
Teori yang membicarakan
beban kognitif disebut teori beban
kognitif. Sweller mengungkapkan, “Cognitive Load Theory
(CLT) began
as instructional theory based
on our knowledge of human cognitive
architecture” (Plass, Jan L.,Roxana Moreno, Robald
Bruken, 2010: 29).
Prinsip utama teori
beban kognnitif adalah
kualitas dari pembelajaran
akan meningkat jika perhatian dikonsentrasikan
pada peran dan
keterbatasan memori kerja. R.C. Clark et al mengungkapkan bahwa
terdapat tiga beban
kognitif yang mempengaruhi kerja memori tersebut yaitu
1) beban kognitif intrinsic (intrinsic
cognitive load),
2)
beban kognitif germany (germany cognitive
load) dan 3) beban
kognitif extraneous
(extraneous cognitive
load) .
Beban kognitif
intrinsic bergantung pada tingkat kesulitan
dari
materinya seberapa banyak
unsur yang ada dan bagaimana
mereka berinteraksi satu
sama
lain.
Beban
kognitif
germany
(germany cognitive load) adalah beban
yang relevan atau menguntungkan yang
dikenakan oleh
metode pengajaran yang
mengarah
pada
hasil belajar
yang
lebih baik. Beban kognitif
extraneous (extraneous cognitive load)
bergantung pada cara
pesan-pesan ins- truksional tersebut dirancang, yakni pada materi
tersebut ditata
dan disajikan
(Kuan, 2010:6-7).
DAFTAR PUSTAKA
http://modul.mercubuana.ac.id/files/pbael/pbaelmercubuanaacid/Modul/Backlink/Modul/Ganjil/2012-2013/Fakultas/Psikologi/Istiqomah-PsikologiPendidikan1/ModulPsikologiPendidikanGJ1213TM10.pdf
Plass, Jan L, Roxana Moreno, Roland Brunken. 2010. Cognitive Load Theory. Cambridge:Cambridge
University Press.
Kuan, Nigel Choon
Hao. 2010. Integrating
link maps into Multimedia: an
Investigation.
University Of Sydne
jelaskan maksud dari Proses pembelajaran yang efektif terletak pada optimalisasi beban kognitif dalam kapasitas memori kerja siswa yang terbatas, beserta contohnya ?
BalasHapusyaitu dengan mengoptimalkan alat indra kita shingga bukan hanya membaca atau mata saja yang bekerja, kita bisa sambil menulis atau mendengarkan penjelasan dari audio ataupun dengan melakukan eksperimen sehingga akan dengan mudah pengoptimalan kognitif dalam memori kerja
HapusApa saja 3 aspek yang relevan dalam persepsi yang bberhubungan dengan kognisi manusia?
BalasHapusAda 3 aspek yang relevan dalam persepsi yang berhubungan dengan kognisi manusia yaitu, pencatatan indera, pengenalan pola dan perhatian. Aspek pertama, pencataan indera adalah sebuah sistem ingatan yang dirancang untuk menyimpan sebuah rekaman mengenai informasi yang diterima oleh sel-sel reseptor. Pencatatan indera juga dikenal sebagai ingatan sensory yang dibedakan menjadi dua macam yaitu, iconic yaitu sistem pencatatan indera terhadap informasi visual, gambar dan benda konkrit dan echonic yaitu sistem pencatatan indera terhadap informasi berupa suara.
HapusAspek kedua, pengenalan pola adalah proses transformasi dan pengorganisasian informasi yang masih kasar agar mempunyai makna atau arti tertentu. Aspek ini lebih dalam dari hanya sekedar menyimpan informasi yang masuk melalui reseptor, dengan kata lain dapat pula dikatakan bahwa aspek pengenalan pola ini adalah sebuah upaya untuk menata informasi yang masuk sesuai dengan karakteristik yang menonjol untuk ditempatkan sesuai dengan jenisnya.
Perhatian adalah aspek yang ketiga, yang diartikan sebagai proses pemusatan aktivitas mental atau proses konsentrasi pikiran dengan mengabaikan rangsangan lain yang tidak berkaitan. Aktivitas ini menuntut pemusatan konsentrasi pikiran pada hal-hal yang menonjol dari sebuah informasi dan bekerja secara intens terhadap informasi tersebut dengan mengabaikan hal-hal yang tidak terkait
tambahan
BalasHapusMenurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran
Di dalam SR informasi ditangkap dalam bentuk aslinya, bertahan dalam waktusangat singkat, dan informasi tadi mudah terganggu atau berganti. Bagaimana cara memindahkan informasi dari SR menjadi LTM?
BalasHapusseperti yang telah kita pelajari bahwa suatu materi akan dapat bertahan lama didalam otak apabila kita melakukan pengulangan berulangkali, sehingga cara itu juga dapat digunakan untuk memindahkan materi atau informasi dari SR mejadi LTM
Hapusbagaiamana mengelola pemprosesan informasi dengan cara menghafal ?
BalasHapusmenghafal merupakan slah satu cara pengulangan yang dengan mudah dilakukan namun dapat dengan mudah pula hilang atau hanya sebentar berada didalam otak kemudian dibunag. maka pengelolaan informasi yang lebih baik yaitu bukan hanya dengan menghafal namun juga dengan pemahaman
Hapusmengapa dalam mendesain pembelajaran perlu mempertimbangkan faktor kognitif?
BalasHapusPrinsip utama teori beban kognnitif adalah kualitas dari pembelajaran akan meningkat jika perhatian dikonsentrasikan pada peran dan keterbatasan memori kerja. R.C. Clark et al mengungkapkan bahwa terdapat tiga beban kognitif yang mempengaruhi kerja memori tersebut yaitu
Hapus1) beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load), 2) beban kognitif germany (germany cognitive load) dan 3) beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) . Beban kognitif intrinsic bergantung pada tingkat kesulitan dari materinya seberapa banyak unsur yang ada dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain. Beban kognitif germany
(germany cognitive load) adalah beban yang relevan atau menguntungkan yang dikenakan oleh metode pengajaran yang mengarah pada hasil belajar yang lebih baik. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) bergantung pada cara pesan-pesan ins- truksional tersebut dirancang, yakni pada materi tersebut ditata dan disajikan
sehingga faktor disini memang sangat penting diperhatikan
tambahan
BalasHapusDalam bukunya Robert M. Gagne disebutkan bahwa : A very special kind of intellectual skill, of particular in probelem solving, is called a cognitive strategy. In term of modern learning theory, a cognitive strategy is a control process . An internal process by means of which thinking. Gagne mengemukakan delapan fase dalam satu tindakan belajar. Fase-fase itu merupakan kejadian-kejadian eksternal yang dapat distrukturkan oleh siswa atau guru. Setiap fase dipasangkan dengan suatu proses yang terjadi dalam pikiran siswa. Kejadian-kejadian belajar itu akan diuraikan dibawah ini, yaitu:
1. Fase motivasi : siswa yang belajar harus diberi motivasi untuk memanggil informasi yang telah dipelajari sebelumnya.
2. Fase pengenalan : siswa harus memberikan perhatian pada bagian-bagian yang esensial dari suatu kejadian instruksional, jika belajar akan terjadi.
3. Fase perolehan : apabila siswa memperhatikan informasi yang relevan, maka ia telah siap untuk menerima pelajaran.
4. Fase retensi : informasi baru yang diperoleh harus dipindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Ini dapat terjadi melalui penggulangan kembali
5. Fase pemanggilan : pemanggilan dapat ditolong dengan memperhatikan kaitan-kaitan antara konsep khususnya antara pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya.
6. Fase generalisasi : biasanya informasi itu kurang nilainya, jika tidak dapat diterapkan diluar konteks di mana informasi itu dipelajari.
7. Fase penampilan : tingkah laku yang dapat diamati. Belajar terjadi apabila stimulus mempengaruhi individu sedemikan rupa sehingga performancenya berubah dari situasi sebelum belajar kepada situasi sesudah belajar.
8. Fase umpan balik : para siswa harus memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka yang menunjukkan apakah mereka telah atau belum mengerti tentang apa yang diajarkan.
pada teori yang melandasi perancangan desain pesan multimedia instruksional terdapat teori pemrosesan ganda,maksudnya seperti apa? jelaskan!
BalasHapusteori pemprosesan ganda yaitu menyatakan bahwa penyampaian informasi lewat multimedia instruksional baru bermakna jika informasi yang diterima diseleksi pada setiap penyimpanan, diorganisasikan ke dalam representasi yang berhubungan, serta dikoneksikan dalam tiap penyimpanan
Hapusmenambahkan blog anda :
BalasHapusIngatan Inderawi (II)
Sebagaimana terlihat pada diagram di atas, suatu masukan/informasi yang terdapat pada stimulus atau rangsangan dari luar akan diterima manusia melalui panca inderanya. Informasi tersebut menurut Lefrancois akan tersimpan di dalam ingatan selama tidak lebih dari satu detik saja. Ingatan tersebut akan hilang lagi tanpa disadari dan akan diganti dengan informasi lainnya. Ingatan sekilas atau sekelebat yang didapat melalui panca indera ini biasanya disebut ’sensory memory’ atau ‘ingatan inderawi’. Berdasar pada apa yang dipaparkan di atas, dapatlah disimpulkan bahwa, seperti yang telah sering dialami para guru dan telah dinyatakan dua orang siswa di bagian awal tulisan ini, pesan atau keterangan yang disampaikan seorang guru dapat hilang seluruhnya dari ingatan para siswa jika pesan atau keterangan tersebut terkategori sebagai ingatan inderawi. Alasanya, seperti sudah dipaparkan tadi, Ingatan Inderawi hanya dapat bertahan di dalam pikiran manusia selama tidak lebih dari satu detik saja.
bagaimana cara mengolah informasi yang kita dapat agar dapat masuk kedalam memori jangka panjang?
BalasHapusyaitu dengan pengulangan berulang-ulang kali, maka informasi tersebut akan mudah dipanggil kembali
Hapussedikit menambahkan,
BalasHapusRobert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Warsita, dalam bukunya : The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa ; Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja Dan Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi)
Gagne membuat rumusan yang berisi urutan untuk menimbulkan peristiwa pembelajaran, yaitu :
a. Pembelajaran yang dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap untuk menerima pelajaran.
b. Memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang diharapkan setelah menerima pelajaran.
c. Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada siswa untuk belajar.
f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
h. Mengevaluasi hasil belajar, dan
i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu :
Benda untuk didemostrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar.
Gagne merumuskan “ The domains of Learning “, yaitu :
Kemampuan belajar manusia yang terbagi kepada lima kategori :
a. Motor/skill : ketramppilan motorik.
b. Informasi verbal : dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar.
c. Kemampuan intelektual, yaitu kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan dunia luar yang berkaitan dengan symbol-simbol.
d. Strategi kognitif : organisasi keterampilan yang internal.
e. Sikap.
Gagne membuat rumusan tahapan dalam tujuan dan tingkatan belajar :
Tahapan tujuan belajar diawali dari yang mudah (rendah), sedang, ke sulit (tinggi), dan tahapan ini berbanding lurus dengan tahapan proses belajar, yaitu dari yang paling sederhana ke yang kompleks. Adapun tingkatan belajar ada empat : belajar fakta, belajar konsep, belajar prinsip, dan pemecahan masalah (Harjanto, 2000 : 159).
Apa maksud dari pengkodean dalam teori pengolahan informasi? Jelaskan!
BalasHapusPara psikolog menekankan berdasarkan perbedaan dalam kode-kode memori. Mereka berpendapat bahwa ada dua kode dalam memori, yaitu kode akustik (acoustik code) dan kode sematik (sematic code). Akustik (acoustik code), kode yang berdasarkan bunyi. Kode ini merupakan kode memori yang dominan dalam STM. Sedangkan kode sematik (sematic code), kode yang berdasarkan makna. Kode ini merupakan kode yang dominan dalam LTM.
Hapuspengkoden atau Dual –kode dan model jaringan proposional atau semantik mendeskripsikan representasi butir-butir pengetahuan khusus tertentu didalam memori. Akan tetapi, operasi kognitif itu rupanya dikendalikannya oleh prganisasi pengetahuan yang lebih basar. Struktur pengetahuan ini disebut skema. Skema sebagai struktur data yang merupakan kenyataan konsep-konsep generic yang mendasari obyek, kejadian, dan tindakan.
HapusPentingnya skema adalah bahwa skema itu mencerminkan fungsi untuk memori jangka panjang selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi. Fungsi tersebut ialah:
1. Memberikan suatu format tempat data baru bisa cocok dan dipahami
2. Sebagai pedoman untuk mengarahkan perhatian dan untuk melakukan pencarian yang tertuju pada lingkungan
3. Mengisi kekurangan informasi yang diperoleh dari lingkungan
mengapa informasi yang diperoleh melalui pendengaran lebih lama teringat dibandingkan dengan informasi yang diperoleh melalui penglihatan? bagaimana kaitan hal ini dengan teori pemrosesan informasi?
BalasHapusapabila kita hanaya menggunakan 1 indera saja maka pesentase masuk informasi akan hampir asam namun apabila kita menggunakan lebih dari 1 indra saja maka akan meningkatkan pesentase masuk informasi, maka semakin bnyak alat indera yang berpartisipasi maka semakin banyak pula informasi yang didapat
HapusMengapa long term memory memiliki kapasitas yang tidak terbatas? Jelaskan.
BalasHapuskarena disitulah tempat semua memori kita sejak kita lahir yang telah diberikan oleh tuhan yang maha kuasa
Hapusmedia audio, visual atau audio visual yang lebih baik untuk membuat informasi yang kita sampaikan kepada siswa jadi lebih mudah masuk ke memori jangka panjang siswa?
BalasHapusmenurut saya yaitu audio visual karena dengan begitu akan terdpat 2 indera yang bekerja dari pada hanya audio atau visual saja yang berarti hanya 1 indera saja yang bekerja
HapusApakah faktor stimulus berperan penting dalam pemrosesan informasi? jelaskan!
BalasHapusjelas, karena stimulus lah yang membuat sistem indera kita bekerja
HapusProses pembelajaran yang efektif terletak pada optimalisasi beban kognitif dalam kapasitas memori kerja siswa yang terbatas. Dalam mendesain pembelajaran perlu mempertimbangkan faktor kognitif.Apa saja beban kognitif tersebut?
BalasHapusTeori beban kognitif (Plass, Renkl & Sweller, 2010) menyebutkan bahwa beban kognitif dalam memori pekerja dapat disebabkan oleh tiga sumber yaitu: (1) beban kognitif intrinsik (intrinsic cognitive load) (2) beban kognitif ekstrinsik (extraneous cognitive load) dan (3) beban kognitif erat (germane cognitive load)
HapusJika beban kognitif bekerja melebihi kapasitas memori, pengolahan informasi termasuk belajar akan dikompromikan. Dengan kata lain, jika beban total memori kerja yang berlebihan, probabilitas perubahan berguna untuk memori jangka panjang berkurang
media yang seperti apakah yang dapat membantu dalam pemprosesan informasi pembelajaran kimia?
BalasHapusyaitu yang membuat siswa menjadi lebih mudah paham dan mengeri. dan juga suatu media yang dapat meningkatkan kreativitas siwa sehingga pembelajaran tersebut tidak membosannkan
Hapussedikit menambahkan Kelebihan teori pemrosesan informasi
BalasHapusDengan menerapkan teori pemprosesan informasi akan membantu meningkatkan keaktifan peserta didik dalam berfikir. Sehingga peserta didik akan didorong untuk berfikir di dalam kegiatan pembelajaran.
Peserta didik akan berusaha untuk mengaitkan proses pembelajaran yang menarik dengan materi yang disampaikan.
Guru dan pendidik di tuntut untuk kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Guru dituntut dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode belajar yang menyenangkan dan menarik sehingga peserta didik dapat menerima materi dengan baik, sehingga peserta didik akan mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan.
Kelemahan teori pemrosesan informasi
Apabila guru tidak dapat menyampaikan materi secara kreatif dan menarik maka peserta didik tidak dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai. Selain itu apabila ada peserta didik yang tidak aktif dalam proses pembelajaran maka guru akan sulit dalam menyampaikan materi.
Sedikit menambahkan
BalasHapusBerdasarkan permasalahan yang sudah diuraikan maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ Pembelajaran Bebantuan Multimedia Berdasarkan Teori Beban Kognitif yang dapat Meningkatkan Pemahaman Siswa''
Untuk menghindari pemahaman yang berbeda terhadap istilah sehingga peneliti memberikan beberapa istilah sebagai berikut:
1. Multimedia adalah media yang digunakan dalam pembelajaran yaitu dengan microsoft powerpoint
2. Beban kognitif merupakan suatu beban mental (mental load) yang terkait dengan perbedaan tugas yang diminta dengan kemampuaan seseorang untuk menguasai tugas tersebut.
3. Teori beban kognitif (Cognitive load Theory) merupakan suatu teori yang menjelaskan fenomena yang dihasilkan oleh pembelajaran dengan memper-timbangkan kemampuan dan batasan rancangan kognitif manusia, teori ini menghubungkan desain karakteristik beban pembelajaran dengan prinsip pengolahan informasi.
4. Pembelajaran berbantuan multi mediaberdasarkan teori beban kognitif merupakan pembelajaran yang dapat mengelola beban kognitif intrinsic, merendahkan beban kognitif extraneous dan meningkatkan beban kognitif germany dengan langkah-langkah (a) menginformasikan
tujuan pembelajaran melalui powerpoint, (b) menyampaikan materi dengan powerpoint, (c) membentuk kelompok (4-5 anak), (d) memberikan tugas (KLS) yang dikerjakan secara
berkelompok, (e) memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan (f) membuat rangkuman tentang materi yang telah dipelajari.
jelaskan model proses belajar yang dikembangkan oleh Gagne didasarkan pada teori pemrosesan informasi?
BalasHapus