Sabtu, 04 Februari 2017

PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN




PRINSIP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN 

Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian, penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa. Hal ini perlu ditekankan sebab sering media dipersiapkan hanya dilihat dari sudut kepentingan guru. Contohnya, oleh karena guru kurang menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan, maka guru persiapkan media OHT, dan oleh sebab OHT digunakan untuk kepentingan guru, maka transparansi tidak didesain dengan menggunakan prinsip-prinsip media pembelajaran, melainkan seluruh pesan yang ingin disampaikan dituliskan pada transparan hingga menyerupai Koran (Arsandi, 2011: 23)
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran. 12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
  •  Prinsip Multimedia
       Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
  • Prinsip Kesinambungan Spasial
       Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah. 
  •   Prinsip Kesinambungan Waktu
       Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer. 
  •   Prinsip Koherensi
       Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
  •  Prinsip Modalitas Belajar
       Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu. 
  •    Prinsip Redudansi
       Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan).
       Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang. 
  •  Prinsip Personalisasi
       Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik  menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis,  oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
·         Prinsip Interaktivitas
       Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching).          Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
  •  Prinsip Sinyal (cue, highlight, ..)
       Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
  •  Prinsip Perbedaan Individu     
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
  • Prinsip Praktek                                
       Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
  • Pengandaian
       Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
 (dedi, 2013:7)

Prinsip-prinsip pemilihan dan penggunaan media pembelajaran merujuk pada pertimbangan seorang guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam kegiatan belajar-mengajar. Hal ini disebabkan adanya beraneka ragam media yang dapat digunakan dalam pembelajaran (Nana, 2009:6)



 DAFTAR PUSTAKA
Deni, Arisandi.2011.Prinsip-prinsip penggunaan media. Jakarta. Raja Grafindo Persada
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai.2002.Media Pengajaran.Bandung.Sinar Baru Algensindo
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/deni-hardianto-mpd/penerapan-prinsip-desain-multimedia-untuk-pembelajaran.pdf

37 komentar:

  1. bagaimana mengkombinasikan berbagai media sesuai dengan prinsip multimedia namun harus tetap berdasarkan pada prinsip koherensi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsip koherensi bisa dipecah menjadi tiga versi yang saling melengkapi :
      (1) pembelajaran siswa terganggu jika kata-kata dan gambar-gambar menarik namun tidak relevan ditambahkan ke presentasi multimedia.
      (2) pembelajaran siswa terganggu jika terdapat suara dan music yang menarik namun tidak relevan,
      (3) pembelajaran siswa akan meningkat jika kata-kata yang tidak diperlukan disingkirkan dari presentasi multimedia.
      Gambar-gambar dan kata-kata yang menarik tapi tidak relevan bisa mengalihkan perhatian siswa dari isi materi yang penting, dan bisa mengganggu proses penataan materi. Dalam penyajian materi melalui multimedia siswa cenderung bisa belajar lebih banyak dan mendalam jika materi disajikan secara lebih ringkas. Oleh karena memori kerja otak pada manusia itu terbatas maka harus difokuskan pada materi yang penting.

      Hapus
  2. sedikit tambahan
    Prinsip multimedia berbunyi murid bisa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada dari kata-kata saja (Mayer, 2009:93). Yang dimaksudkan dengan kata-kata adalah teks tercetak di layar yang dibaca pengguna atau teks ternarasikan yang didengar pengguna melalui speaker atau headset. Yang dimaksudkan dengan gambar adalah ilustrasi statis seperti gambar, diagram, grafik, peta, foto, atau gambar dinamis seperti animasi dan video. Clark & Mayer (2011:70) menggunakan istilah penyajian multimedia untuk menyebut segala penyajian yang berisi kata-kata dan gambar.
    Mayer (2009:93) beralasan bahwa saat kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara bersamaan, siswa punya kesempatan untuk mengkonstruksi model-model mental verbal dan piktorial dan membangun hubungan di antara keduanya. Sedangkan jika hanya kata-kata yang disajikan, maka siswa hanya mempunyai kesempatan kecil untuk membangun model mental piktorial dan kecil pulalah kemungkinannya untuk membangun hubungan di antara model mental verbal dan piktorial

    BalasHapus
  3. Bagaimana ciri media pembelajaran yang baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu ciri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan membawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu siswa. Sebagian media dapat mengolah pesan dan respons siswa sehingga media itu sering disebut media interaktif. Pesan dan informasi yang dibawa oleh media bisa berupa pesan yang sederhana dan bisa pula pesan yang amat kompleks. Akan tetapi, yang terpenting adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa, serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, perlu dirancang dan dikembangkan lingkungan pembelajaran yang interaktif yang dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan belajar perorangan dengan menyiapkan kegiatan pembelajaran dengan medianya yang efektif guna menjamin terjadinya pembelajaran.

      Hapus
  4. jelaskan perbedaan dari prinsip modalitas belajar dan redudansi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kedua prinsip ini menjelaskan bahwasanya siswa akan belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video, daripada dari animasi ditambah teks pada layar. Hal ini dikarenakan sangat mengganggu konsentrasi siswa dalam melihat animasi/ video yang ditambah teks kembali. Jangan redudansi maksudnya kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, jangan tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. jelaskan beserta contoh tentang prinsip sinyal itu sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. prinsip sinyal ialah Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.

      Hapus
  7. materi pemeblajaran kimia yang seperti apa yang cocok dengan prinsip koherensi ?jelaskan !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prinsip koherensi bisa dipecah menjadi tiga versi yang saling melengkapi :
      (1) pembelajaran siswa terganggu jika kata-kata dan gambar-gambar menarik namun tidak relevan ditambahkan ke presentasi multimedia.
      (2) pembelajaran siswa terganggu jika terdapat suara dan music yang menarik namun tidak relevan,
      (3) pembelajaran siswa akan meningkat jika kata-kata yang tidak diperlukan disingkirkan dari presentasi multimedia.
      Gambar-gambar dan kata-kata yang menarik tapi tidak relevan bisa mengalihkan perhatian siswa dari isi materi yang penting, dan bisa mengganggu proses penataan materi. Dalam penyajian materi melalui multimedia siswa cenderung bisa belajar lebih banyak dan mendalam jika materi disajikan secara lebih ringkas. Oleh karena memori kerja otak pada manusia itu terbatas maka harus difokuskan pada materi yang penting.

      Hapus
  8. Pada Prinsip Interaktivitas, Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Coba anda jelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya benar, karena dengan kita melakukannya sendiri maka akan banyak indra yang bekerja sehingga akan mudah masuk dalam memori jangka panjang atau dapat diingat dengan mudah, karena menurut teory apabila kita hanya menggunakan 1 indra kita maka pembelajaran yang masuk sebesar 20% maka semakin banyak alat indra yang kita gunakan maka semakin besar materi pembelajaran yang masuk didalam otak kita

      Hapus
  9. menurut anda multimedia yang seperti apa yang cocok untuk materi stoikiometri ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua media cocok digunakan aslkan media tersebut dapat menarik minat siswa seperti unik ataupun menyenangkan, sehingga alangkah baiknya apabila kita menggunakn bukan hanya satu media saja namun juga multi media sehingga dapat memaksimalkan pembelajaran stoikiometri tersebut

      Hapus
  10. Apakah prinsip-prinsip ini harus berjalan seluruhnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, karena menurut saya prinsip-prinsip itu mempunyai keterkaitan satu sama lain yang apabila kita tinggalkan akan membuat suatu multimedia tersebut tidak berfungsi secara efektif

      Hapus
  11. Coba anda sebutkan keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran!

    BalasHapus
    Balasan
    1. adapun keuntungan menggunakan media yaitu
      1. praktis
      2. efektif
      3. hemat
      4. dapat meningkatkan kreatifitas

      Hapus
  12. jelaskan prinsip apa yang paling penting dalam multimedia pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya prinsip-prinsip tersebut sama pentingnya, karena memang prinsip tersebut mempunyai keterkaitan satu sama lain yang apabila kita tinggalkan akan membuat suatu multimedia tersebut tidak berfungsi secara efektif

      Hapus
  13. Mengapa pada prinsip redudansi, jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena menurut prinsip redudansi apabila telah terdapat gambar disana lalu trdapat pula teks yang panjang maka akan mengganggu konsentrasi atau mengganggu fokus kerja dari indra mata sehingga membuat pembelajaran tersebut tidak efektif. hal ini dapat mengakibatkan informasi sulit masuk ke memori kerja yang selanjutnya akan terbuang sia-sia

      Hapus
  14. bisakah anda menjelaskan perbedaan Prinsip Kesinambungan Spasial dengan Prinsip kesinambungan waktu dengan contoh?

    BalasHapus
  15. Jelaskan lebih rinci mengenai prinsip redudansi beserta coontoh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. contoh disitu terlihat suatu animasi yang sedang memperagakan praktikum dan disitu pula terdapat teks yang panjang mengenai penjelasan, maka disitu fokus mata akan terbagi menjadi yaitu untuk memperhatikan gambar dan juga untuk membaca. agar lebih baiknya digunakan animasi yang memperagakan suatu materi yang dibarengi dengan audia sehingga alat pendengaran kita juga akan bekerja dan memaksimalkan pembelajaran

      Hapus
  16. Mengapa dengan menggunakan media kita dapat memproses informasi lebih
    Baik dari pada tidak menggunakan multimedia ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena dengan media pembelajaran tersebut dapat di gambarkan dengan baik melalui fitur-fiturnya, sehingga dapat membuat pembelajaran menjadi efektif

      Hapus
  17. Apa contoh media yang dapat digunakan berdasarkan prinsip perbedaan individu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita dapat menggunakan alat peraga sehingga disitu setiap individu yang berbeda beda akan mencob alat peraga tersebut dengan cara mereka sendiri-sendiri namun tetap dengan pengarahan dan pengawasan guru

      Hapus
  18. adakah prinsip yang mendasar dan sesuai dengan sebuah pembelajaran kimia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya prinsip-prinsip tersebut sama pentingnya, karena memang prinsip tersebut mempunyai keterkaitan satu sama lain yang apabila kita tinggalkan akan membuat suatu multimedia tersebut tidak berfungsi secara efektif

      Hapus
  19. Apa yang terjadi apabila salah satu prinsip tersebut tidak berjalan dengan baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya prinsip-prinsip itu mempunyai keterkaitan satu sama lain yang apabila kita tinggalkan akan membuat suatu multimedia tersebut tidak berfungsi secara efektif

      Hapus
  20. Sedikit menambahkan
    Pemilihan media pembelajaran oleh guru dalam pembelajaran berbasis
    kompetensi membaca puisi juga harus berpedornan pada prinsip-prinsip pemilihan
    media yang dilatari oleh sejumlah faktor di atas. Pemilihan media pembelajaran
    dalam proses belajar mengajar harus disesuaikan dengan tujuan instruksional
    membaca puisi yang akan dicapai, isi materi pelajaran pembelajaran membaca puisi,
    metode mengajar yang akan digunakan, dan karakteristik siswa. Sehubungan
    dengan karakteristik siswa, guru harus memiliki pengetahuan tentang kemampuan
    intelektual siswa usia SMA, agar guru dapat memilih media yang benar-benar sesuai
    dengan siswa yang belajar. Ketepatan dalam pemilihan media akan dapat
    meningkatkan mutu proses belajar mengajar membaca puisi sehingga guru dapat
    meningkatkan prestasi belajar siswa.

    Sedangkan menurut Sanjaya (2008) ada 5 prinsip yang harus diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, antara lain:
    1. Pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
    2. Pemilihan media harus berdasarkan konsep yang jelas.
    3. Pemilihan media harus sesuai dengan karakteristik siswa.
    4. Pemilihan media harus sesuai dengan gaya belajar siswa serta gaya dan kemampuan guru.
    5. Pemilihan media harus sesuai dengan kondisi lingkungan, fasilitas, dan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran.

    BalasHapus
  21. .jelaskan jika dalam pembelajaran kesiapan dan motivasi tidak ada di diri pelajar?apa yang dapat ditimbulkan?

    BalasHapus